ANALISIS IMPLEMENTASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA FITUR APLIKASI GOOGLE MAPS
ANALISIS IMPLEMENTASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA FITUR APLIKASI GOOGLE MAPS
Annisa’ Ulfadhlah1, Intan Putri Azzura2, Rahman Hakiki3, Suci Anjeli4, Wulan Sabila5
12345Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email: annisaulfadhlah1810@gmail.com
No HP/WA: 082211750451
ABSTRAK
Teknologi Artificial Intelligence merupakan salah satu hasil pengembangan yang lebih maju pada saat ini. Implementasi Artificial Intelligence ini dilakukan hampir ke seluruh bidang kehidupan yang ada di dunia dengan tujuan untuk memudahkan segala pekerjaan manusia. Salah satu implementasi Artificial Intelligence adalah integrasi dengan Google Maps. Google Maps berfungsi sebagai penentu arah dan rute suatu lokasi yang dapat membantu pengguna dalam melakukan perjalanan. Artificial Intelligence berperan penting dalam Google Maps karena dapat membantu pencarian rute yang terbaik dengan waktu tempuh yang efisien, prediksi lalu lintas yang akan dilalui dan rekomendasi tempat kebutuhan pengguna untuk beristirahat secara otomatis langsung muncul pada aplikasi Google Maps. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana implementasi Artificial Intelligence digunakan dalam meningkatkan kinerja fitur-fitur seperti navigasi, optimisasi rute, prediksi lalu lintas dan rekomendasi tempat dalam Google Maps dalam membantu pengguna mencapai tujuan pengguna dan bagaimana pengembangan untuk di masa depan serta kelebihan dan kekurangan dari aplikasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur terhadap penelitian sebelumnya terkait topik. Hasil penelitian yang dilakukan adalah Google Maps yang terintegrasi dengan Artificial Intelliigence memberikan kemudahan terhadap pengguna karena dapat memberikan rute terbaik dan panduan dalam bentuk gambar dan instruksi suara, prediksi lalu lintas yang akurat dan rekomendasi tempat yang bagus. Selain kemudahan dan kelebihan tersebut, terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi agar dapat meningkatkan aspek fungsionalitas aplikasi Google Maps.
Kata kunci: Artificial Intelligence, Google Maps, Implementasi
ABSTRACT
Artificial Intelligence technology is one of the results of more advanced development at this time. The implementation of Artificial Intelligence is carried out in almost all fields of life in the world with the aim of facilitating all human work. One implementation of Artificial Intelligence is integration with Google Maps. Google Maps functions as a direction and route determinant of a location that can help users in traveling. Artificial Intelligence plays an important role in Google Maps because it can help find the best route with efficient travel time, predict the traffic that will be passed, and recommend places where users need to rest automatically directly in the Google Maps application. The purpose of this research is to see how the implementation of Artificial Intelligence is used in improving the performance of features such as navigation, route optimization, traffic prediction, and place recommendations in Google Maps to help users achieve user goals and how to develop for the future as well as the advantages and disadvantages of the application itself. The method used in this research is a literature study of previous research related to the topic. The results of the research conducted are Google Maps integrated with Artificial Intelligence provides convenience to users because it can provide the best route and guidance in the form of images and voice instructions, accurate traffic predictions and good place recommendations. In addition to these conveniences and advantages, there are several challenges that must be overcome in order to improve the functionality aspects of the Google Maps application.
Keywords: Artificial Intelligence, Google Maps, Implementation
Pendahuluan
Perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat
pesat pada saat ini membuat kebutuhan teknologi
sangat tinggi. Tak dapat di hindari bahwa manusia menjadikan teknologi sebagai
kebutuhan utama karena perkembangan teknologi dapat membantu manusia dalam
mempermudah dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Teknologi yang saat ini
terintegrasi dengan Artificial
Intelligence merupakan
teknologi yang lebih kompleks. Teknologi
Artificial Intelligence sudah berkembang pesat dan juga sudah memberikan dampak yang signifikan
di berbagai bidang kehidupan, mengimplemntasikan pada bidang pendidikan,
industri dan juga produktivitas. Diharapkan bahwa Artificial Intelligence dapat memudahkan serta amembantu secara efektif
dan efisien dan meningkatkan kinerja dengan lebih efisien (Natasya et al.,
2023).
Istilah Artificial Intelligence pertama kali dikemukakan di konferensi
Darthmouth pada tahun 1956. Artificial Intelligence terus
dikembangkan sejak saat itu. Teori yang mengarah ke Artifical Intelligence sudah muncul sejak tahun 1941. Tahapan sejarah
perkembangan Artificial
Intelligence dimulai pada Era
komputer elektronik (1941) dengan ditemukannya alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi dinamakan komputer elektronik yang dikembangkan di USA dan Jerman. Era selanjutnya adalah masa
persiapan (1943-1956) Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu
model sel syaraf tiruan dimana setiap
neuron digambarkan sebagai on dan off. Pada tahun 1950 Norberth Wiener membuat
penelitian mengenai prinsip teori feedback. Ini merupakan
awal perkembangan Artificial
Intelligence. Pada tahun 1956
JohnMcCarthy bersama Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel mampu berfikir
non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran yang dinamakan Principia Mathematica. Era selanjutnya, awal perkembangan Artificial Intelligence (1951-1969) paada tahun pertama
perkembangannya, diawali dengan kesuksesan Bewell dan Simon dengan sebuah
program yang disebut General Problem Solver. Pada tahun 19958
McCarthy di MIT AI Lab Memo No.1 mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat
tinggi yaitu LISP dan membuat program yang dinamakan programs with Commoon
Sense. Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dari IBM dan mahasiswanya
mengeluarkan program Artificial Intelligence yaitu Geometry
Therm Prover yang dapat membuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma
yang ada. Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan
masalah matakuliah kalkulus tentang integral tertutup. Pada tahun 1968, Tom
Evan membuat program analogi buatan untuk menyelesaikan analogi geometris yang
ada pada tes IQ. Pada tahun (1966-1974) perkembangan mulai melambat karena
beberapa masalah salah satunya Program Artificial Intelligence tidak mengandung pengetahuan sama sekali. Era
selanjutnya, sistem berbasis pengetahuan (1969-1979) Ed Feigenbaum, Bruce
Buchanan dan Joshua Lederbeg yang membuat program untuk untuk memcahkan masalah
struktur molekul dari informasi yang didapatkan spectometer massa.
Atrtificial Intelligence menjadi sebuah industri (1980-1988) diawali dengan ditemukannya
sistem pakar yang dinamakan R1. Kemudian sistem pakar dikembangkan dan
menghasilkan software permainan catur yang disebut HITECH adalah
sistem Artificial
Intelligence pertama berbasis
pengetahuan mnggunakan teknik reasoning. Kembalinya
Jaringan Syaraf Tiruan (1986-2005) Para ilmuwan mempelajari jaringan syaraf
tiruan dari sudut pandang fisika. Algoritma berhasil di implementasikan ke
dalam bidang ilmu komputer dan psikologi. Tetapi teknik ini umumnya
mengharuskan adanya model ekstrasi fitur yang tepat, yang sangat rumit untuk
menghasilkan akurasi yang tinggi. Era selanjutnya Deep Learning
(2006-Sekarang) pada tahun 2006, lahirlah suatu teknik pembelajaran Artificial Intelligence baru tang disebut Deep Learning
(DL), dengan kemampuan feature engineering yang dapat
merekayasa fitur secara otomatis. Deep Learning jugaterbukti
mampu memberikan peningkatan akurasi yang sebanding dengan penjumlahan data (Suyanto, 2021).
Artificial
Intelligence dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai
kecerdasan buatan. Artificial Intelligence
nerujuk pada kemampuan komputer atau mesin untuk melakukan tugas yang biasanya
membutuhkan kecerdasan manusia. Ini mencakup berbagai teknik pendekatan seperti
machine learning, deep learning dan neural networks yang memngkinkan sistem untuk belajar dari data,
mengidentifikasi pola, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah tanpa
intervensi manusia langsung. Artificial Intelligence adalah progam yang
dirancang, dibangun dan dikembangkan untuk meniru kecerdasan manusia termasuk
kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya (Anas & Zakir, 2024). Tujuan Artificial Intelligence
adalah untuk mengembangkan sistem yang dapat melakukan tugas-tugas yang
biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Definisi Artificial Intelligence
berdasarkan Stuart Russel dan Peter Norvig dapat dikelompokkan menjadi 4
kategori (Suyanto, 2021), yaitu thinking
humanly yang artinya Artificial Intelligence dibuat dan dikembangkan
layaknya cara berfikir seperti manusia pada umumnya, Acting Humanly yang
artinya Artificial Intelligence dibuat dan dikembangkan layaknya seorang
manusia yang memiliki kemampuan untuk bergerak seperti manusia, thinking
rationally dibuat yang artinya Artificial Intelligence dibuat dan
dikembangkan layaknya cara berfikir manusia secara rasional sungguhan dan acting
rationally yang artinya Artificial Intelligence dibuat dan dikembangkan
layaknya manusia sungguhan yang dapat berfikir rasional, memiliki pengetahuan,
dapat berinteraksi dan lainnya.
Penerapan Artificial Intelligence
meluas di berbagai bidang seperti pada bidang pendidikan, bidang kesehatan,
bidang e-commerce, bidang pertanian,
bidang teknologi dan transportasi serta bidang lainnya. Implementasi pada
bidang pendidikan salah satu contohnya dapat dilihat dari media pembelajaran yang digunakan. Sebelum era
digital, pembelajaran hanya bisa dilakukan di dalam kelas secara face to face antara siswa dengan guru (offline), tetapi kini sudah memasuki era
digital dan Artificial Intelligence
pembelajaran bisa dilakukan secara jarak jauh dan dimana saja (online). Pada proses pembelajaran jarak
jauh bisa dilakukan dengan software
e-learning seperti seperti zoom dan Google meet. Zoom
dan Google meet merupakan sistem pembelajaran digital merupakan software yang dikembangkan dengan
fasilitas presentasi tatap muka dalam dunia maya. Selain sistem pembelajaran
digital, dalam bidang pendidikan terdapat beberapa platform Artificial Intelligence yang bisa digunakan untuk membantu
memudahkan proses pembelajaran dalam menyelesaikan tugas tertentu dengan waktu
yang lebih efisien seperti ChatGPT, QuillBot, Canva dan
yang lainnya (Arly et al., 2023). ChatGPT merupakan salah satu teknologi chatbot yang memungkinkan
interaksi manusia dengan komputer (Andika Isma et al., 2023). Implementasi dalam bidang kesehatan salah satu contohnya dapat dilihat
dari mendiagnosa penyakit pada manusia contohnya penyakit stroke. Mendiagnosa
penyakit stroke bisa menggunakan model machine learning salah satunya
Random Forest untuk mengklasifikasikan dan mendeteksi gejala penyakit stroke
menggunakan data training sebesar 80% dan data testing sebesar
20% (Prandika Siregar et al., 2023). Dalam Praktiknya, Artificial Intelligence
dapat digunakan sebagai asisten medis untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan
diagnosis. Implementasi pada bidang e-commerce,
platform e-commerce umumnya
memungkinkan konsumen untuk membeli produk atau layanan secara online dengan
menggunakan website atau aplikasi khusus. Penjual biasanya memajang
produk mereka di platform e-commerce dan
mengelola transaksi serta pengiriman barang kepada pembeli. E-commerce telah mengubah tradisional
perdagangan dilakukan dengan memungkinkan akses yang lebih cepat dan lebih
efisien, serta memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membandingkan harga dan
produk dari berbagai penjual tanpa harus meninggalkan rumah. Contoh aplikasi e-commerce yaitu Shopee, Tokopedia,
Lazada, Bukalapak, Tiket.com, Traveloka dan lainnya. Implementasi pada bidang
e-commerce menunjukkan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital
yang didukung dengan meningkatnya minat masyarakat untuk belanja online hingga
saat ini (Pakpahan, 2021). Implementasi Artificial Intelligence
pada software e-commerce contohnya pada Shopee. Peran Artificial Intelligence dapat dilihat saat
menggunakan aplikasi Shopee, kata kunci produk yang ingin dibeli dimasukkan ke
pencarian, kemudian di paling bawah akan ada beberapa produk yang sama akan
tertera sehingga produk yang ingin kita beli bisa di bandingkan terlebih dahulu
terutama pada harganya. Disaat produk lain akan tertera sebagai pembanding
disitulah algoritma Artificial Intelligence
berperan, Artificial Intelligence
akan berperan seolah mengerti dengan selera pengguna dan memudahkan pengguna.
Tetapi belanja melalui e-commerce juga perlu waspada, karena kejahatan juga
bisa terjadi didalam dunia digital (Shaliha et al., 2024).Implementasi Artificial Intelligence
pada bidang pertanian salah satu contohnya dapat digunakan pada deteksi
penyakit dan hama terhadap suatu tanaman. Mendeteksi penyakit dan hama pada
tanaman dilakukan agar tidak merusak kualitas tanaman. Hal ini juga perlu
dilakukan agar tanaman yang ditanam mendapatkan hasil panen yang maksimal dan
tentu saja agar tidak merugikan petani. Contoh implementasi Artificial
Intelligence pada bidang pertanian adalah pembuatan Aplikasi Diagnosa
Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Android, yang dibuat untuk memudahkan para
petani dalam mendiagnosa penyakit tanaman jagung sehingga tidak akan
mempengaruhi kualitas dan kuantitas panen jagung , dimana Jagung merupakan komoditas pangan yang kedua
setalah padi yang merupakan makanan pengganti beras(Kurniawan et al., 2023) . Implementasi Artificial Intelligence
pada bidang teknologi salah satunya adalah Google Search mesin
pencari google menggunakan Artificial
Intelligence untuk menyajikan hasil pencarian yang relevan dan memahami
kebutuhan pengguna. Selain itu, pengenalan suara dan pemrosesan bahasa alami
seperti Google Assistant menggunakan Artifical
Intelligence untuk memahami dan merespons perintah suara pengguna, analisis
sentimen dan pemrosesan teks platform media sosial dan layanan pelanggan
menggunakan Artificial Intelligence
untuk menganalisis sentiment dari teks pengguna dan merespons dengan cara yang
sesuai, pengenalan wajah dan pengenalan objek sistem keamanan, aplikasi kamera
dan layanan berbasis gambar menggunakan Artificial
Intelligence untuk mengenali wajah dan objek secara otomatis dan
pengoptimalan rute dan transportasi pada aplikasi navigasi seperti Google
Maps menggunakan Artificial Intelligence
untuk memberikan rute tercepat secara otomatis dan rekomendasi perjalanan
berdasarkan kondisi lalu lintas yang real-time.
Google Maps
merupakan salah satu implementasi teknologi Artificial
Intelligence pada aplikasi navigasi terkemuka yang digunakan secara luas di
seluruh dunia. Pada dasarnya, aplikasi ini membantu pengguna untuk merencanakan
rute perjalanan, menavigasi area yang tidak dikenal dan memantau kondisi lalu
lintas. Dalam beberapa tahun terakhir, Google Maps telah
mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence
untuk meningkatkan kinerja dan fungsionalitas aplikasinya. Teknologi Artificial Intelligence digunakan untuk
memberikan prediksi lalu lintas yang lebih akurat, rekomendasi rute yang
optimal dan pengalaman pengguna yang lebih personal.
Google Maps merupakan
layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh perusahaan Google. Layanan ini
memberikan visualisasi citra satelit, peta jalan, panorama 360 , kondisi lalu
lintas dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda
(versi beta) atau angkutan umum. Google maps awalnya sebuah program C++
yang dirancang oleh Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen. Perusahaan ini diakuisisi
oleh perusahaan Google, yang diubah menjadi sebuah aplikasi web pada
tahun 2004. Setelah akuisisi tambahan dari perusahaan visualisasi data
geospasial dan analisis lalu lintas, Google Maps akhirnya diluncurkan
pada Februari 2005. Layanan ini menggunakan Javascript, XML dan AJAX. Google
Maps juga menawarkan API yang memungkinkan peta untuk dimasukkan pada situs
web pihak ketiga seperti pada layanan Gojek, Grab serta Maxim yang menggunakan google
maps untuk depat mengantarkan penumpang ke tujuan dengan rute yang terbaik
dan menawarkan penunjuk lokasi untuk bisnis perkotaan dan organisasi lainnya
diseluruh dunia.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk
mendalami dan mengevaluasi bagaimana teknologi Artificial Intelligence telah diimplementasikan dalam berbagai
fitur kunci dalam aplikasi Google Maps sebagai konten otomatis. Secara
Khusus, penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Bagaimana Artificial
Intelligence berperan dalam meningkatkan kinerja fitur-fitur seperti
navigasi, optimisasi rute, prediksi lalu lintas, rekomendasi tempat dalam, Google
Maps API dan berbagi lokasi secara real-time pada aplikasi Google
Maps?
2.
Mengukur sejauh mana teknologi Artificial Intelligence telah
meningkatkan akurasi dan efisiensi dan keandalan fitur-fitur tersebut dalam
membantu pengguna mencapai tujuan mereka?
3.
Mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam
pengembangan lebih lanjut teknologi Artificial
Intelligence dalam aplikasi navigasi seperti Google Maps serta
implikasinya terhadap industri teknologi informasi dan transportasi?
4.
Apa kelebihan dan kekurangan pada aplikasi Google
Maps?
Adapun beberapa penelitian terdahulu terkait
topik penelitian Analisis Implementasi Teknologi Artificial Intelligence
pada Fitur Aplikasi Google Maps yaitu sebagai berikut.
Penelitian relevan yang dilakukan oleh Oki
Ari Saputra, Fatwa Ramdani, Mochamad Chandra Saputra paad tahun 2019 yang
berjudul Analisis Perbandingan Aplikasi Google Maps, Wisepilot
dan Here Wego dengan Pendekatan User Centered Design (UCD) dan
kaidah Cartography . Pengujian aplikasi diukur dari sudut pandang
pengguna dengan menyoroti lima aspek pengujian, yaitu aspek funcitionality,
efficiency, realiability, usability, dan cartography
menggunakan metode Web Quality Evaluation Method (WebQEM) dan kaidah cartography.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan untuk terhadap
aplikasi Google Maps, Wisepilot
dan Here Wego pada sistem operasi android sebagai alternatif yang lebih
baik yang harus digunakan dalam melakukan pencarian lokasi pada maps dan
rute navigasi melalui tingkat pengujian kepuasan pengguna. Pada aspek efficiency
Google Maps menduduki posisi pertama. Pada aspek Reliability Google
Maps dan lainnya mendapakan nilai yang memuaskan. Pada aspek functionality
Google Maps menduduki posisi pertama. Pada aspek Usability Google
Maps berada pada posisi pertama. Pada aspek Cartography google
maps menduduki posisi kedua. Berdasarkan hasil pengujian tersebut Google
Maps unggul dari kedua aplikasi lain
yang diujikan, hanya pada aspek efficiency dan cartography
aplikasi Google Maps memperoleh nilai yang lebih rendah dari aplikasi
lainnya.
Penelitian relevan selanjutnya dilakukan oleh
Dwi Amalia Purnamasari, Yeni Rokhayati, Alena Uperiati, Irsyad Nafi Alif
Perdana dan Veve Karisa pda tahun 2023 yang berjudul Rancang Bangun Aplikasi
Pemandu Wisata Di Kota Batam dengan Penerapan Google API & PWA.
Batam dikenal sebagai kota wisata yang populer. Proyek penelitian “Guide Me:
Aplikasi Tour Guide” bertujuan agar wisatawan dapat berkunjung ke Kota
Batam tanpa menggunakan jasa tour guide yang diharapkan dapat memberikan
informasi secara otomatis yang ingin di ketahui dan rekomendasi yang dibutuhkan
oleh wisatawan. Aplikasi menyediakan daftar destinasi wisata seperti bahari,
kuliner, sejarah, religi, pertanian, budaya dan lainnya. Aplikasi yang dibuat
didalamnya terdapat Artificial Intelligence ini dapat diakses dimanapun
oleh wisatawan baik menggunakan media laptop maupun handphone.
Penelitian yang dilakukan dengan menerapkan metode waterfall. Design
dalam bentuk source code, script dan pemanfaatan implementasi Google
API serta penerapan Artifical Intelligence pada web tersebut.
Menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dan HTML dengan penyimpanan database
MySQL.
Berdasarkan hasil dari kedua penelitian
tersebut penulis tertarik meneliti Google Maps karena banyak kalangan
yang memakai Google Maps untuk pencarian lokasi pada maps. Selain
banyaknya kalangan yang menggunakan aplikasi Google Maps, faktanya
banyak penelitian yang mengkolaborasikan salah satu fitur Google Maps
dengan program yang akan dibuat dengan memanfaatkan Google Maps API dan
kemudian diintegrasikan lagi oleh Artificial Intelligence. Berdasarkan
penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang
berjudul Analisis Implementasi Artificial Intelligence pada Fitur
Aplikasi Google Maps sehingga bisa menemukan peran penting Artificial
Intelligence didalam fitur aplikasi google maps yang bisa memudahkan
pengguna jalan dalam melakukan perjalanan ke suatu lokasi tanpa harus takut
tersesat dan entitas lain yang memanfaatkan Google Maps untuk
kebutuhannya dalam menyelesaikan suatu masalah atau tugas.
Metode
Penelitian yang dilakukan oleh penulis
menggunakan model studi literatur di internet atau tinjauan literatur online.
Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi dan
menganalisis informasi yang ada dalam literatur terkait topik yang akan dibahas
dari beberapa sumber yang terpercaya dan tersedia di internet. Hal ini juga
dilakukan untuk mencari rujukan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik
yang dibahas sebagai teori pendukung dalam penelitian ini. Berikut flowchart metode penelitian yang penulis
digunakan.
Gambar 1. Metode Penelitian
Berikut langkah-langkah umum yang dilakukan
dalam metode penelitian ini berdasarkan gambar 2., yaitu:
- Identifikasi topik penelitian dengan rinci dan jelas. Proses ini akan membantu memfokuskan pencarian literatur online sesuai dengan topik penelitian yang sudah di identifikasi yaitu Implementasi Artificial Intelligence pada fitur aplikasi Google Maps agar dapat mengumpullkan informasi yang jelas dan relevan.
- Identifikasi sumber terpercaya yang terkait dengan topik penelitian. Proses ini menggunakan beberapa sumber seperti blog ahli, jurnal elektronik, situs web resmi, repositori, atau sumber-sumber terpercaya lainnya.
- Pencarian literatur yang dilakukan terkait
topik penelitian menggunakan kata kunci yang relevan dan spesifik untuk
melakukan pencarian di mesin pencari agar hasil literatur diharapkan memberikan
informasi yang lebih detail. Peneliti akan menulusuri berbagai sumber untuk
mencakup sudut pandang yang berbeda dan mendapatkan pemahaman yang kompherensif
tentang topik penelitian.
- Seleksi dan evaluasi literatur dengan membaca
abstrak atau cuplikan dari literatur yang ditemukan untuk mengevaluasi relevansi
dan kegunaannya terhadap topik. Literatur yang digunakan adalah literatur yang paling relevan, berkualitas
tinggi dan mendukung topik penelitian. Peneliti memastikan untuk mencatat
referensi dan detail yang relevan untuk pengutipan dan kutipan nanti.
- Analisis literatur yang ditemukan pada proses
seleksi untuk membandingkan informasi yang ditemukan antara literatur satu
dengan yang lainnya. Identifikasi pola dan tren yang muncul dari berbagai
literatur.
- Penulisan dan referensi dilakukan dengan cara
mengutip dengan benar semua sumber yang digunakan. Peneliti menggunakan gaya
penulisan dan format penulisan yang telah ditentukan.
Metode penelitian studi literatur dan tinjauan literatur online tidak melibatkan penelitian atau pengumpulan data baru, tetapi melibatkan pemahaman, evaluasi dan analisis terhadap literatur yang ada di internet terkait topik yang ditentukan yaitu Implementasi Artificial Intelligence pada fitur aplikasi Google Maps. Penting untuk mempertimbangkan sumber-sumber yang dapat dipercaya dan terpercaya dalam metode ini.
Google Maps merupakan salah
satu implementasi teknologi Artificial Intelligence
sebagai konten otomatis dimana pengguna jika ingin ke suatu lokasi dan mencari
lokasi di Google Maps secara otomatis Google Maps akan memberikan
rute tercepat dan terbaik untuk menuju ke lokasi tersebut. Selain memberikan
rute tercepat Google Maps juga akan memberikan memberikan petunjuk
melalui suara agar memudahkan pengguna di dalam perjalanan serta waktu yang
akan ditempuh. Selain pengguna jalan yang ingin menggunakan Google Maps,
ternyata ada beberapa entitas lain yang memanfaatkan Google Maps sebagai
ide untuk menyelesaikan tugas dan masalah. Entitas tersebut terdiri kalangan
mahasiswa, pekerja dan perusahaan. Google Maps juga dapat menyimpan
titik lokasi rumah, sekolah dan tempat kerja sehingga alamat lengkap pengguna
tersimpan didalam aplikasi tersebut.
Google maps mengumpulkan data
melalui gawai pengguna dengan mengaktifkan fungsi yang ada pada gawai, yaitu
“Lokasi Saya”. Daya yersbut kemudian diolah menggunakan API dari google
menjadi seperti matriks, jarak, arah, kecepatan dan lain-lain (Nair et al., 2019).
Google Maps memberikan beberapa fitur yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence, berikut detail fitur yang ada pada Google Maps:
1. Penggunaan Artificial
Intelligence dalam Optimisasi Rute
Penggunaan Artificial Intelligence
dalam optimisasi rute telah signifikan meningkatkan akurasi perencanaan
perjalanan. Integrasi antara Google Maps dengan Artificial
Intelligence dilakukan untuk menganalisis data lalu lintas real-time
dan pola perjalanan pengguna. Pengenalan rute Google Maps dapat dengan
sebuah gambar merupaan tahap untuk membaca rute tanpa harus melakukan tracking
sedangkan secara real-time merupakan langkah pembacaan rute Google
Maps dengan menggunakan tracking (Dian & Wahyudi, 2017). Artificial
Intelligence ini membantu mengidentifikasi rute alternatif yang lebih cepat
berdasarkan kondisi lalu lintas aktual. Teknik searching yang digunakan
untuk pencarian rute terbaik untuk
memandu pengguna dijalan (Suyanto, 2021). Saat ini, maps
merupakan aplikasi andalan di masyarakat. Karena pengguna hanya tinggal memasukkan
nama tujuan yang ingin dikunjungi dengan kata kunci ke search oleh
pengguna. Di aplikasi google maps
akan terlihat rute jalan yang harus dilalui untuk menuju ke tempat tujuan yang
di. Pengguna hanya tinggal mengikuti panduan maps kapan harus belok ke
kiri dan belok ke kanan. Pengguna tidak perlu takut untuk tersesat, karena saat
ini google maps yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence
akan memberikan panduan tidak hanya dalam bentuk visualisasi gambar saja tetapi
secara otomatis juga dengan panduan navigasi dan instruksi suara yang akan memberikan arahan
sehingga pengguna tidak perlu repot untuk melihat aplikasi lagi melalui layar handphone
dan bisa fokus ke jalan saja. Optimisasi rute diperlukan agar dapat memprediksi
pengguna seberapa lama dalam perjalanan untuk sampai ke tujuan yang ingin di
kunjungi, mencari rute terbaik agar sampai ke tempat tujuan menjadi lebih cepat
dan dapat mencari jalur alternatif yang lain ketika ada informasi tambahan dari
Google Maps terkait terjadinya kemacetan atau penutupan jalan. Semua
fitur yang di perlukan pengguna pada aplikasi Google Maps akan tersedia
secara otomatis.
Gambar 3. Rute Perjalanan
Gambar 3. merupakan contoh penggunaan google maps untuk rute perjalanan dari Taluk Kuantan ke pekanbaru. Secara otomatis rute yang diberikan ada terdapat 2 jalur dengan perkiraan waktu tempuh yang berbeda. Rute pertama dengan rute yang diberi warna biru prediksi waktu yang ditempuh sekitar 3 jam 44 menit untuk kendaraan mobil sedangkan Rute kedua yang diberi warna biru muda prediksi waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 4 jam 16 menit. Dalam hal ini peran Artificial Intelligence adalah memberikan rute terbaik dengan prediksi waktu yang lebih cepat. Setelah rute terbaik ditentukan, sistem Artificial Intelligence akan memberikan panduan navigasi kepada pengguna melalui tampilan visual dan instruksi suara yang mencakup informasi giliran, jarak, waktu tiba perkiraan, peringatan kecepatan dan informasi tambahan lainnya utuk membantu pengguna mencapai lokasi tujuan sengan efisien (Muttaqin, Muhammad Arafa, 2018). Google Maps bisa mempredeksi jarak dan waktu tempuh setiap kendaraan seperti motor, mobil dan sepeda. Tiap kendaraan berbeda waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Logika perhitungan secara manual pada penentuan jarak di Google Maps untuk mencari jarak terdekat dari titik awal menuju titik tujuan bisa dilakukan menggunakan teknik searching menggunakan Algoritma A* dan BFS (Best-First Search) (Avrijsto Amandri Ahyar et al., 2021).
2. Prediksi
Lalu Lintas dengan Artificial Intelligence
Prediksi lalu lintas dengan Artificial
Intelligence memungkinkan Google Maps untuk memberikan prediksi lalu
lintas yang lebih akurat. Dengan mengumpulkan dan menganalisi data historis
serta data real-time, aplikasi dapat memberikan informasi yang lebih
dapat diandalkan kepada pengguna membantu mereka menghindari kemacetan dan
menyesuaikan waktu perjalanan. Google Maps menggunakan Artificial
Intelligence untuk memprediksi pola lalu lintas di berbagai waktu dan
lokasi.
Gambar 4. Prediksi
Lalu Lintas
Gambar 4. Merupakan peran Artificial Intelligence yang secara otomatis akan memprediksi lalu lintas yang terjadi pada rute yang akan dilalui pengguna contohnya pada rute Taluk Kuantan ke Pekanbaru dengan kendaraan mobil. Pada rute yang diatas terdapat rute berwarna biru dan orange. Rute berwarna biru berarti prediksi rute perjalanan yang baik dan lancar. Rute berwarna orange memprediksi kondisi lalu lintas agak padat. Rute berwarna merah memprediksi terjadinya kemacetan lalu lintas. Kondisi lalu lintas berbasis Artificial Intelligence dapat memperbarui panduan secara real-time atas situasi darurat. Informasi terbaru tentang kecelakaan, kemacetan dan penutupan jalan dalam perhitungan rute untuk memberikan panduan yang lebih akurat. Perubahan warna menjadi orange atau merah karena disuatu tempat tersebut banyak kumpulan orang sehingga Google Maps mendeteksi bahwa itu kemacetan sehingga apabila ada kemacetan, rute yang ada di google maps berwarna merah maka pengguna jalan kemungkinan akan di alihkan kejalur lain.
3. Rekomendasi
Tempat Berdasarkan Preferensi Pengguna
Rekomendasi tempat berdasarkan
preferensi pengguna dengan integrasi Artificial Intelligence pada Google
Maps dapat menawarkan rekomendasi yang lebih relevan dan sesuai,
meningkatkan kepuasan pengguna dalam menjelajahi suatu tempat baru atau
merencanakan kegiatan di suatu lokasi tertentu. Rekomendasi tempat yang
disediakan oleh Google Maps sangat beragam jenisnya contohnya seperti
tempat makan, hotel, salon kecantikan, dokter gigi, pusat perbelanjaan, rumah
sakit, swalayan dan yang lainnya. Pada fitur rekomendasi tempat pengguna hanya
perlu mengklik jenis rekomendasi tempat yang disediakan setelah itu Google
Maps akan menampilkan secara otomatis dari mulai jarak yang terdekat hingga
yang terjauh.
Gambar 5.
Rekomendasi Tempat
Rekomendasi tempat pada gambar 5.
merupakan beberapa jenis tempat selain restaurants dan hotels. Google
Maps akan menampilkan seluruh tempat yang ada di sekitar lokasi pengguna
agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik. Pada dasarnya, ketika
pengguna akan menuju ke suatu lokasi menggunakan google maps dengan
jarak yang lumayan jauh pengguna akan membutuhkan rekomendasi tempat makan atau
hotel sebagai tempat untuk beristirahat dalam melakukan perjalanan. Pengguna
juga akan lebih mudah menemukan dari rekomendasi tempat yang disediakan oleh google
maps.
(a) (b)
Gambar 6.
Rekomendasi Pengguna (a) restaurants (b) hotels
Gambar 6. Merupakan beberapa contoh rekomendasi tempat makan dan hotel. Pengguna dapat melihat tempat makan dan hotel terdekat dari titik lokasi pengguna untuk beristirahat dalam melakukan perjalanan. Pada rekomendasi hotel terdekat dengan pengguna juga dapat menampilkan harga hotel sehingga pengguna tidak perlu ragu dan takut mahal, karena bisa memilih hotel dengan budget yang sesuai.
4. Google Maps
API (Apliccation Programming Interface)
Aplikasi Google Maps sangat
memberi banyak manfaat, dimana aplikasi ini menyediakan API yang bisa di
masukan kedalam website dan digunakan oleh pihak ketiga seperti Ojek
Online, Kurir Paket, Mahasiswa dan Perusahaan yang membutuhkan peta sebagai
bagian dalam sistem yang ada untuk mempermudah pekerjaan mereka. Ojek Online
seperti Grab, Gojek dan Maxim yang menggunakan maps sebagai panduan mereka
ketika melakukan pekerjaannya seperti menjemput dan mengantarkan penumpang,
makanan dan barang menjadi lebih mudah. Mahasiswa yang menggunakan API Google
Maps pada tugas tertentu untuk membuat sistem yang lebih kompleks seperti
proyek pemetaan dan data geografis contohnya pada Rancang Bangun Aplikasi
Pemandu Wisata di Kota Batam dengan Penerapan Google API dan PWA dimana
rute perjalanan akan diterapkan menggunakan algoritma deep learning sehingga
mampu memberikan panduan berdasarkan Artificial Intelligence yang diterapkan. Prediksi permintaan
transportasi untuk memprediksi pemintaan transportasi di jalur pariwisata dan
sistem rekomendasi rute wisata yang paling sesuai dengen preferensi pengguna
menggunakan Machine Learning (Purnamasari et al., 2023). Perusahaan yang
membutuhkan maps dalam pekerjaanya sudah terhubung dengan website
dan sistem manajemen perusahan sehingga para pekerja menyelesaikan pekerjaan
lebih mudah seperti perusahaan logistik dapat memanfaatkan peta untuk melacak
kendaraan mereka secara real-time dan mengoptimalkan rute pengiriman. Google
Maps sangat banyak digunakan oleh berbagai kalangan karena dapat membantu
pekerjaan mereka. Google Maps API adalah sebuah layanan yang diberikan Google
kepada pengguna dalam mengembangkan aplikasi dengan beberapa fitur yang bisa
digunakan seperti menambah konten melalui berbagai jenis layanan yang dimiliki,
serta mengijinkan kepada pengguna untuk membangun aplikasi didalam websitenya (Surasa et al., 2018).
Gambar 7. API Key
Platform Javascript
API key pada gambar di atas merupakan proses awal untuk mengakses API key dari Google Maps yang nantinya kodingan tersebut akan dimasukkan kedalam program yang telah dibuat oleh programmer perusahaan, sehingga pada saat program telah selesai dibuat secara otomatis maps akan bisa digunakan pada program tersebut. Peta menggunakan Google Maps API memberikan fitur pencarian berdasarkan lokasim sehingga dapat merekomendasikan tempat berdasarkan lokasi pengguna (Layanan & Sig, 2017).
5. Berbagi
Lokasi real-time
Dengan berbagi lokasi real-time
di Google Maps, pengguna dapat melihat siapa yang dapat mnemukan lokasi
pengguna dan berapa lama pengguna ingin berbagi lokasi. Fitur ini dapat memberikan
informasi keberadaan seseorang. Orang yang pengguna bagikan lokasi pengguna
selalu dapat melihat identitas pengguna itu sendiri seperti nama, foto, lokasi
terbaru perangkat meskipun aplikasi google maps tidak digunakan, daya baterai
perangkat pengguna dan apakah sedang diisi dayanya serta waktu kedatangan dan
keberangkatan jiika pengguna menambahkan notifikasi berbagi lokasi. Keberadaan
fitur berbagi lokasi terkini secara real-time di satu sisi memberikan
manfaat dan kemudahan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan atau
dengan kata lain keadaaan darurat seperti ada seseorang yang tersesat karena
salah jalan menuju ke lokasi tujuan, sehingga ada fitur berbagi lokasi terkini
bisa dengan lebih mudah untuk dicari karena seseorang tersebut daapt memberikan
posisi atau titik lokasi dimana dia tersesat. Tetapi di sisi lain, berbagi
lokasi ini juga dapat membahayakan sesorang karena didalan berbagi lokasi
tersebut terdapat informasi seperti nama, lokasi dan bahkan titik lokasi
pengguna dan daya baterai tertera pada fitur tersebut. Hal ini dapat memicu
adanya oknum yang tidak bertanggung jawab akan melakukan tindak kejahatan
walaupun pengguna hanya membagikan berbagi lokasi tersebut ke teman atau
kerabat terdekat.
Gambar 8. Berbagi
Lokasi Real-Time
Gambar 8. merupakan tampilan berbagi lokasi real-time, dimana pada kotak atas berwarna merah terdapat beberapa informasi pengguna yang menampilkan nama, lokasi dan daya baterai. Informasi pengguna tersebut dapat terlihat oleh pengguna itu sendiri dan orang yang mempunyai berbagi lokasi pengguna. Pada kotak tengah berwarna biru berisi informasi mengenai seberapa lama pengguna ingin berbagi lokasi secara real-time dengan orang lain. Untuk poin di atas, bisa di atur seberapa lama ingin berbagi lokasi. Untuk poin di bawah berbagi lokasi berhenti apabila pengguna mematikannya secara manual. Pada kotak bawah berwarna ungu merupakan daftar kontak orang yang ingin pengguna bagikan lokasinya.
6. Tantangan,
Peluang, Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Google Maps
Integrasi antara Google Maps
dengan Artificial Intelligence menghasilkan beberapa fitur canggih yang memberikan
dampak kemudahan bagi pengguna dalam melakukan pencarian lokasi pada peta dan
navigasi, yang telah diuji melalui tingkat kepuasan pengguna dengan menyoroti
beberapa aspek pengujian (Saputra et al., 2019). Google Maps yang
terintegrasi dengan Artificial Intelliigence memberikan kemudahan karena
pengguna dapat menemukan rute terbaik, panduan dalam bentuk gambar, panduan
navigasi dan instruksi suara, prediksi lalu lintas yang lebih akurat dan
rekomendasi tempat yang yang sesuai preferensi pengguna. Integrasi keduanya
dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan suatu masalah menjadi lebih mudah.
Selain memberikan dampak positif dalam
aplikasi Google Maps, terdapat beberapa dampak negatif dan tantangan
bagi para pengguna, seperti manusia yang saat bergantung pada teknologi Artificial
Intelligence, potensi kesalahan yang fatal pada sistem, potensi pelanggaran
privasi dan ancaman keamanan serta kemungkinan kesalahan seperti sistem error dan tiba-tiba
memberikan rute yang salah pegguna juga harus mengantisipasi hal tersebut
ketika sedang dalam perjalanan sehingga pengguna juga selamat dan sampai ke
lokasi tujuan dengan baik. Tantangan tersebut perlu diatasi untuk pengembangan
potensi teknologi yang lebih baik.
Pengembangan
lebih lanjut antara integrasi Artificial Intelligence dengan Google
Maps merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan lagi fungsionalitas dengan
potensi untuk lebih memahami pola perjalanan pengguna dengan kondisi lalu
lintas dan meningkatkan fitur kemanan yang lebih canggih. Fitur keamanan otomatis
seperti peringatan dini untuk kondisi jalan berbahaya atau notifikasi saat
pengguna jalan menyimpang dari rute yang aman sangat diperlukan, sehingga
dengan adanya fitur tersebut dapat membuat pengguna meras lebih aman saat
menggunakan palikasi tersebut. Penggunaan Artificial Intelligence yang
lebih luas dapat mendorong inovasi dan perkembangan teknologi baru yang lebih canggih.
Implikasinya terhadap teknologi informasi dan transportasi adalah meningkatnya
efisiensi dan efektifitas penggunaan jasa transportasi yang lebih baik di masa
depan. Kelebihan dan kekurangan pada aplikasi Google Maps yang
terintegrasi dengan Artificial Intelligence, yaitu:
Tabel 1. Kelebihan Integrasi Google
Maps dengan Artificial Intelligence
|
No |
Kelebihan |
|
1 |
Memberikan
kemudahan kepada pengguna jalan lalu lintas dalam melakukan pencarian rute terdekat |
|
2 |
Dapat
memprediksi kondisi lalu lintas |
|
3 |
Rekomendasi
Tempat Sesuai dengan Preferensi |
|
4 |
Google Maps API
bermanfaat bagi beberapa kalangan untuk kebutuhan dalam menyelesaikan masalah |
|
5 |
Berbagi Lokasi
Secara Real-Time |
|
6. |
Panduan Visual
dan Audio |
Tabel 2. Kekurangan Integrasi Google
Maps dengan Artificial Intelligence
|
No |
Kekurangan |
|
1 |
Tidak menutup
kemungkinan Google Maps memberikan rute lokasi yang lebih jauh atau
lokasi yang tidak tepat (potensi kesalahan fatal) |
|
2 |
Kondisi lalu
lintas yang di prediksi terkadang tidak sesuai (sistem error) |
|
3 |
Adanya potensi pelanggaran
privasi dan ancaman keamanan |
|
4 |
Ketergantungan
pada teknologi |
Artificial
Intelligence berperan
penting dalam fitur-fitur pada aplikasi Google Maps sehingga memberikan
kemudahan kepada pengguna. Artificial Intelligence telah terbukti
efektif dalam menentukan optimisasi rute, prediksi lalu lintas dan
personalisasi rekomendasi tempat secara otomatis. Integrasi ini memberikan
kemudahan bagi pengguna dalam melakukan perjalanan baik perjalanan dekat maupun
perjalanan jauh memungkinkan pengguna menentukan menemukan rute
tercepat, memantau kemacetan dan mendapatkan rekomendasi tempat yang dibutuhkan
sesuai preferensi pengguna seperti tempat makan, swalayan, rumah sakit, SPBU,
ATM, salon kecantikan dan hotel terdekat.
Namun
pengguna tetap harus berhati-hati karena ada potensi pelanggaran privasi dan
ancaman kejahatan. Tantangan seperti perlindungan privasi dan potensi kesalahan
sistem perlu diantisipasi untuk memastikan keselamatan pengguna. Pengembangan
lebih lanjut antara integrasi Artificial Intelligence dengan Google
Maps merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan lagi fungsionalitas, dan pemahamam
pola perjalanan pengguna dengan kondisi lalu lintas yang berpotensi meningkatkan
efisiensi penggunaan jasa transportasi yang lebih baik di masa depan.
Kelebihan
integrasi Artificial intelligent dengan Google Maps, Memberikan kemudahan
kepada pengguna jalan lalu lintas dalam melakukan pencarian rute terdekat, dapat
memprediksi kondisi lalu lintas, rekomendasi tempat sesuai dengan preferensi, berbagi
lokasi secara real-time, panduan visual dan audio sedangkan
kekurangannya, yaitu tidak menutup kemungkinan Google Maps memberikan
rute lokasi yang lebih jauh atau lokasi yang tidak tepat (potensi kesalahan
fatal), kondisi lalu lintas yang di prediksi terkadang tidak sesuai (sistem error)
dan adanya potensi pelanggaran privasi dan ancaman keamanan. Penggunaan Artificial
Intelligence akan bermanfaat bagi manusia apabila di gunakan sesuai dengan
konteks dan porsinya, tetapi Artificial Intelligence akan berbahaya jika
tidak digunakan sesuai dengan ilmu pengetahuan yang ada.
Referensi
Agusli,
R., Dzulhaq, M. I., & Irawan, F. C. (2020). Sistem Pendukung Keputusan
Penerimaan Karyawan Menggunakan Metode Ahp-Topsis. Academic Journal of
Computer Science Research, 2(2), 35–40.
https://doi.org/10.38101/ajcsr.v2i2.286
Anas, I., & Zakir, S. (2024).
Artificial Intelligence: Solusi Pembelajaran Era Digital 5.0. Jurnal Sains
Komputer & Informatika, 8(1), 35–46.
Andika Isma, Rosidah, R., Sigit Sahalik
Rahman, Nasrullah, N., Arif Setiawan Syam, & Novita Sari. (2023). Analisis
Penggunaan Chatbot Berbasis AI pada Model Hybrid di Jurusan Teknik Informatika
dan Komputer. Journal of Vocational, Informatics and Computer Education,
1(2), 79–92. https://doi.org/10.61220/voice.v1i2.20239
Arly, A., Dwi, N., & Andini, R.
(2023). Implementasi Penggunaan Artificial Intelligence Dalam Proses Pembelajaran
Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Kelas A. 362–374.
Avrijsto Amandri Ahyar, M Bakhara Alif,
Muthiah Afifah, & Mutiara Persada Pulungan. (2021). Menghitung Rute Dari
Perumahan Puri Cinere Menuju Rumah Sakit Terdekat Menggunakan Algoritma a*. Jurnal
Ilmiah Sistem Informasi Dan Ilmu Komputer, 1(1), 11–17.
https://doi.org/10.55606/juisik.v1i1.315
Daivan, F., Saripurna, D., &
Siambaton, M. Z. (2024). E-Diagnosis Gangguan Kecemasan Menyeluruh Menggunakan
Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto. Hello World Jurnal Ilmu Komputer,
3(1), 9–27. https://doi.org/10.56211/helloworld.v3i1.513
Darmi, Y. D., & Setiawan, A. (2017).
Penerapan Metode Clustering K-Means Dalam Pengelompokan Penjualan Produk. Jurnal
Media Infotama, 12(2), 148–157. https://doi.org/10.37676/jmi.v12i2.418
Dian, H., & Wahyudi, A. (2017). Pendeteksian
Arah Jalan pada Gps Googlemaps sebagai Navigasi Mobil Tanpa Pengemudi. 6(1),
1–6.
Kurniawan, S., Satria, R., & Adi, M.
B. (2023). Aplikasi Diagnosa Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Android. Prosiding
Seminar Nasional Teknologi Dan Sains, 2, 51–58.
Layanan, M., & Sig, B. (2017).
Aplikasi Android Rekomendasi Tempat Wisata Kota Ternate Menggunakan Layanan
Berbasis SIG. PROtek, 04(2), 80–83.
https://core.ac.uk/download/pdf/267889196.pdf
Marlin, K., Tantrisna, E., Mardikawati,
B., Anggraini, R., & Susilawati, E. (2023). Manfaat dan Tantangan
Penggunaan Artificial Intelligences (AI) Chat GPT Terhadap Proses Pendidikan
Etika dan Kompetensi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. INNOVATIVE: Journal Of
Social Science Research, 3(6), 5192–5201.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/7119
Misnawati Misnawati. (2023). ChatGPT:
Keuntungan, Risiko, Dan Penggunaan Bijak Dalam Era Kecerdasan Buatan. Prosiding
Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 2(1),
54–67. https://doi.org/10.55606/mateandrau.v2i1.221
Muttaqin, Muhammad Arafa, D. (2018).
Implementasi AI Dalam Kehidupan. In Angewandte Chemie International Edition,
6(11), 951–952. (Vol. 3, Issue 1). https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Nair, D. J., Gilles, F., Chand, S.,
Saxena, N., & Dixit, V. (2019). Characterizing multicity urban traffic
conditions using crowdsourced data. PLoS ONE, 14(3), 1–16.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212845
Natasya, R. D., Informasi, T., Komputer,
F. I., Yogyakarta, U. A., & Korespondensi, P. (2023). IMPLEMENTASI
ARTIFICIAL INTELLIGENCE ( AI ) DALAM TEKNOLOGI IMPLEMENTATION OF ARTIFICIAL
INTELLIGENCE ( AI ) IN MODERN. 2(1), 22–24.
Nurwijayanti, K. (2023). Klasifikasi
Diagnosa Penyakit Diabetes Dengan Metode Naïve Bayes Berbasis Web. Jurnal
Kecerdasan Buatan Dan Teknologi Informasi, 2(3), 115–121.
Pakpahan, R. (2021). Analisa Pengaruh
Implementasi Artificial. Journal of Information System, Informatics and
Computing, 5(2), 506–513. https://doi.org/10.52362/jisicom.v5i2.616
Penerapan, P., Intellegence, A.,
Kehidupan, P., & Indonesia, M. D. I. (2023). The Influence of the
Application of Artificial Intelligence on People ’ s Lives in Indonesia. 4(c),
106–116.
Prabowo Kusumo Adi, A., Wahyuni, S., Didik
Purwosetiyono, F., & S, N. D. (2023). Pemanfaatan AI (Artificial
Intelligence) Bagi Guru untuk Membantu Kinerja Guru dalam Kegiatan Pembelajaran
di LP Ma’aruf NU Jepara. Jurnal Pelatihan Pendidikan, 2(2),
63–70.
Prandika Siregar, A., Priyadi Purba, D.,
Putri Pasaribu, J., Reza Bakara, K., & Willem Iskandar Pasar Medan Estate,
J. V. (2023). Implementasi Algoritma Random Forest Dalam Klasifikasi Diagnosis
Penyakit Stroke. Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik (JUPRIT), 2(4),
155–164. https://doi.org/10.55606/juprit.v2i4.3039
Purnamasari, D. A., Karisa, V., &
Uperiati, A. (2023). Rancang Bangun Aplikasi Pemandu Wisata di Kota Batam
dengan Penerapan Google API & PWA. 10(2), 95–101.
Ramadhina, N., Jason, F., Pratama, M. F.,
Raihan, L. A., Al Mufti, S., & Meranti, M. (2023). Dinamika Perubahan dalam
Komunikasi Manusia di Era Teknologi Artificial Intelligence. Communicator
Sphere, 3(2), 114–123. https://doi.org/10.55397/cps.v3i2.57
Rifky, S. (2024). Dampak Penggunaan
Artificial Intelligence Bagi Pendidikan Tinggi. Indonesian Journal of
Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), 37–42.
https://doi.org/10.31004/ijmst.v2i1.287
Salsabila, T. H., Indrawati, T. M., &
Fitrie, R. A. (2024). Meningkatkan Efisiensi Pengambilan Keputusan Publik
melalui Kecerdasan Buatan. Journal of Internet and Software Engineering,
1(2), 21. https://doi.org/10.47134/pjise.v1i2.2401
Saputra, O. A., Ramdani, F., &
Saputra, M. C. (2019). Analisis Perbandingan Aplikasi Google Maps , Wisepilot ,
dan Here Wego Dengan Pendekatan User Centered Design ( UCD ) dan Kaidah
Cartography. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer
(J-PTIIK) Universitas Brawijaya, 3(1), 974–980.
Shaliha, F. L., Fauzi, A., Diniyah, I.,
Khairiyansyah, N., & Salfaniz, S. (2024). IJM : Indonesian Journal of Multidisciplinary E-commerce dan
Keamanan Berbelanja Online di Era Digital. 2, 234–246.
Sudewo, P. A., Setyawati, C. D., &
Sangadji, R. P. (2023). Analisis Risiko dan Peluang Artificial Intelligence
dalam Proses Bisnis Pengawasan Obat dan Makanan. Jurnal Widyaiswara
Indonesia, 4(3), 99–114.
Surasa, H., Lukman, M. P., & Hasrwati,
H. (2018). Aplikasi Pemandu Wisata Kabupaten Kepulauan Selayar Menggunakan
Google Maps API Pada Platform Android. Jurnal INSYPRO Information and
Processing, 3(1), 1–6.
http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/insypro/article/view/5633
Suyanto. (2021). Artificial
Intelligence Edisi 3 (3rd ed.). INFORMATIKA.
Zaelani, A., & Winarti, W. (2023). Implementasi
Sistem Pakar Diagnosa Bau Mulut Penyakit Gigi Menggunakan Metode Naive Bayes
Berbasis Web Studi Kasus : Klinik Elon Abdulgani. 1(4), 676–685.
Zein, A. (2023). Dampak Penggunaan ChatGPT
pada Dunia Pendidikan. JITU: Jurnal Informatika Utama, 1(2),
19–24. https://jurnal.astinamandiri.com/index.php/jitu/article/view/151


Tidak ada komentar